Oleh : Nanae Zha
Setelah sepekan
sibuk dengan rutinitas kerjaan, yeaayy ... ini waktunya istirahat, santai, atau
berkunjung ke beberapa kawasan rekreasi. Nah, saat ini saya ingin sedikit
mengajak teman-teman ke Taman Baca Alun-alun Cianjur. Wuiiihhh ... adem
bawaannya kalau sudah ke tempat ini.
Alun-alun Cianjur
bisa menjadi alternatif jika ingin sekadar melepas penat. Cukup menarik, berkumpul dengan teman-teman atau keluarga juga boleh. Lokasi yang strategis di
tengah jantung kota ini bagai oase, hawa panas yang melingkupi daerah sekitar
terasa lebih adem dengan adanya taman ini. Di belakang dulunya pasar, tapi
sekarang dibongkar karena kawasan ini jadi sangat rawan macet. Di samping kiri
tepat berdiri gedung Pemda Cianjur. Di depan berdiri megah Masjid Agung
Cianjur. Jadi, setiap mendengar azan kami berbondong-bondong memasuki masjid.
Alhamdulillah ....
Awalnya taman ini
merupakan lapangan upacara yang digunakan Pemda dalam upacara nasional. Namun,
karena banyak yang menyalah gunakan akhirnya tanah wakaf Siti Bodedar ini mulai
diserahkan pengelolaannya kepada pihak DKM Masjid Agung Cianjur.
Setelah diberi hak
dan wewenang penuh, akhirnya di taman kota itu didirikanlah taman baca sekitar
akhir Desember 2013. Hal ini agar membangkitkan minat baca bagi warga. Namun sayang,
saya pribadi kurang antusias dengan koleksi di taman baca tersebut. Karena
koleksi buku, kitab, atau majalah yang ada kurang variatif. Mungkin karena
pengelolanya DKM jadi lebih cenderung
dengan bacaan agama, fiqih tauhid, atau novel bergenre religi. Dan ini
pun sangat sedikit. Coba saja jika bangunan ditambah lebih luas, tempat membaca
dibuat lebih nyaman dengan varian buku lebih banyak. Novel bergenre remaja,
metropop, teenlit, sastra yang terbaru mungkin akan sedikit menambah minat.
Apalagi jika dilengkapi fasilitas wifi.
Sayang sekali tidak ada. Fasilitas tambahan seperti wifi bisa kapan pun. Berharap kalau nanti ada bisa dimanfaatkan dengan
baik dan bertanggab bagi pelajar, mahasiswa atau umum sesuai kepentingan, bukan untuk mengunduh situs-situs tidak
berguna.
Di depan taman baca
ada kolam air mancur, sayang juga karena katanya terlalu banyak menyedot
listrik akhirnya air mancur itu pun tidak pernah dinyalakan. Aku rapopo L
Berkeliling ke
setiap sudut taman merupakan kesenangan sendiri, berkumpulnya anak-anak remaja, sharing
tentang pelajaran, atau tempat berkumpul bagi beberapa komunitas tertentu,
mengaji bareng, one day one ayat. Ini
sangat menyenangkan meskipun kurang aktif karena kesibukan anggotanya.
Untuk kawasan duduk
yang jelas terpisah, seolah masyarakat buta membaca! Sudah jelas tertera tempat
duduk perempuan dan laki-laki berbeda, namun ada saja yang duduk tidak sesuai
aturan.
Satu lagi yang
membahayakan di kawasan ini. Jika Anda sendiri, atau berdua dengan teman.
Jangan coba-coba jika ada yang mengajak ngobrol, bukan suudzon hanya lebih
waspada saja. Karena beberapa kali saya sering mendengar kadang melihat dengan
mata sendiri, sering terjadi modus operandi. Orang-orang yang sok kenal,
mengaku pensiunanlah, atau mantan pejabatlah, atau siapa pun yang kadang
penampilannya meyakinkan ujungnya membicarakan bisnis atau menyangkut uang mohon
diwaspadai. Karena biasanya mereka mengajak bisnis, atau ujung-ujungnya berbau uang
dan lainnya hanya sebagai kedok penipuan. Apalagi Om-om tuh, banyak bapak-bapak sudah beruban yang nggak tahu umur malah L
Eits, tapi jangan
percaya juga sama ibu-ibu yang penampilannya elegan, kadang mereka juga sama.
Kalau anak-anak sekolah sih jarang jadi bahan incaran, biasanya objeknya orang
dewasa yang jelas punya duit, kalau anak sekolah mah susah kali, ya? Atau anak
mahasiswa juga ada, biasanya mereka bertanya, “Kerja atau kuliah, Neng?”
Klo dah ada
pertanyaan gini, mending bilang anak SMA deh. Maklum kan aku mah unyu badai,
masih bisa dikira anak SMA hahaha ... :D
Kembali ke topik
utama. Saya berkeliling ke pojok taman, sudah berasa di bamboo grooves-nya Kyoto, tiba-tiba bau pesing menyengat. Ya Allah
... ini mereka nggak bisa baca toilet kali ya L Padahal tepat di bawah ada toilet. Kalau
penuh, di Taman Baca juga ada. Petugas kebersihan kurang telaten dalam merawat
taman ini. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga sangat
disayangkan.
Tapi walau
bagaimanapun taman ini cukup berhasil menyedot minat warga. Apalagi batu-batuan
kecil sepanjang jalan di taman, bisa digunakan untuk pengobatan rheumatik. Coba
berjalan sepanjang bebatuan itu. Tidak jarang melihat orang tua yang sengaja
membuka sandalnya lalu berkeliling sepanjang taman.
Well, aku sih merekomendasikan banget, kalau kapan-kapan kalian main ke
Cianjur jangan lupa berkunjung ke Taman Baca Alun-alun Cianjur. Meskipun
mendengar kabar bahwa taman ini akan dipindahalihkan fungsinya sebagai tempat
parkir masjid. Ah, sedihnya L Mungkin taman akan bergeser ke kawasan bekas
pasar. Entah kapan realisasinya. Terutama fasilitas umum yang jelas terlihat
oleh mata. Jalan-jalan umum yang bobrok mohon segera diperbaiki. Semoga Cianjur
semakin berkembang, bukan cuma janji tapi bukti!
Visit Cianjur, yuk!J







