Minggu, 06 Maret 2016

Oase di Jantung Kota Cianjur

Oleh : Nanae Zha

Setelah sepekan sibuk dengan rutinitas kerjaan, yeaayy ... ini waktunya istirahat, santai, atau berkunjung ke beberapa kawasan rekreasi. Nah, saat ini saya ingin sedikit mengajak teman-teman ke Taman Baca Alun-alun Cianjur. Wuiiihhh ... adem bawaannya kalau sudah ke tempat ini.

Alun-alun Cianjur bisa menjadi alternatif jika ingin sekadar melepas penat. Cukup menarik, berkumpul dengan teman-teman atau keluarga juga boleh. Lokasi yang strategis di tengah jantung kota ini bagai oase, hawa panas yang melingkupi daerah sekitar terasa lebih adem dengan adanya taman ini. Di belakang dulunya pasar, tapi sekarang dibongkar karena kawasan ini jadi sangat rawan macet. Di samping kiri tepat berdiri gedung Pemda Cianjur. Di depan berdiri megah Masjid Agung Cianjur. Jadi, setiap mendengar azan kami berbondong-bondong memasuki masjid. Alhamdulillah ....



Awalnya taman ini merupakan lapangan upacara yang digunakan Pemda dalam upacara nasional. Namun, karena banyak yang menyalah gunakan akhirnya tanah wakaf Siti Bodedar ini mulai diserahkan pengelolaannya kepada pihak DKM Masjid Agung Cianjur.

Setelah diberi hak dan wewenang penuh, akhirnya di taman kota itu didirikanlah taman baca sekitar akhir Desember 2013. Hal ini agar membangkitkan minat baca bagi warga. Namun sayang, saya pribadi kurang antusias dengan koleksi di taman baca tersebut. Karena koleksi buku, kitab, atau majalah yang ada kurang variatif. Mungkin karena pengelolanya DKM jadi lebih cenderung  dengan bacaan agama, fiqih tauhid, atau novel bergenre religi. Dan ini pun sangat sedikit. Coba saja jika bangunan ditambah lebih luas, tempat membaca dibuat lebih nyaman dengan varian buku lebih banyak. Novel bergenre remaja, metropop, teenlit, sastra yang terbaru mungkin akan sedikit menambah minat. Apalagi jika dilengkapi fasilitas wifi. Sayang sekali tidak ada. Fasilitas tambahan seperti wifi bisa kapan pun. Berharap kalau nanti ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan bertanggab bagi pelajar, mahasiswa atau umum sesuai kepentingan, bukan untuk mengunduh situs-situs tidak berguna.

Di depan taman baca ada kolam air mancur, sayang juga karena katanya terlalu banyak menyedot listrik akhirnya air mancur itu pun tidak pernah dinyalakan. Aku rapopo L

Berkeliling ke setiap sudut taman merupakan kesenangan sendiri, berkumpulnya anak-anak remaja, sharing tentang pelajaran, atau tempat berkumpul bagi beberapa komunitas tertentu, mengaji bareng, one day one ayat. Ini sangat menyenangkan meskipun kurang aktif karena kesibukan anggotanya.
Untuk kawasan duduk yang jelas terpisah, seolah masyarakat buta membaca! Sudah jelas tertera tempat duduk perempuan dan laki-laki berbeda, namun ada saja yang duduk tidak sesuai aturan.

Satu lagi yang membahayakan di kawasan ini. Jika Anda sendiri, atau berdua dengan teman. Jangan coba-coba jika ada yang mengajak ngobrol, bukan suudzon hanya lebih waspada saja. Karena beberapa kali saya sering mendengar kadang melihat dengan mata sendiri, sering terjadi modus operandi. Orang-orang yang sok kenal, mengaku pensiunanlah, atau mantan pejabatlah, atau siapa pun yang kadang penampilannya meyakinkan ujungnya membicarakan bisnis atau menyangkut uang mohon diwaspadai. Karena biasanya mereka mengajak bisnis, atau ujung-ujungnya berbau uang dan lainnya hanya sebagai kedok penipuan. Apalagi Om-om tuh, banyak bapak-bapak sudah beruban yang nggak tahu umur malah L

Eits, tapi jangan percaya juga sama ibu-ibu yang penampilannya elegan, kadang mereka juga sama. Kalau anak-anak sekolah sih jarang jadi bahan incaran, biasanya objeknya orang dewasa yang jelas punya duit, kalau anak sekolah mah susah kali, ya? Atau anak mahasiswa juga ada, biasanya mereka bertanya, “Kerja atau kuliah, Neng?”
Klo dah ada pertanyaan gini, mending bilang anak SMA deh. Maklum kan aku mah unyu badai, masih bisa dikira anak SMA hahaha ... :D

Kembali ke topik utama. Saya berkeliling ke pojok taman, sudah berasa di bamboo grooves-nya Kyoto, tiba-tiba bau pesing menyengat. Ya Allah ... ini mereka nggak bisa baca toilet kali ya L Padahal tepat di bawah ada toilet. Kalau penuh, di Taman Baca juga ada. Petugas kebersihan kurang telaten dalam merawat taman ini. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga sangat disayangkan.

Tapi walau bagaimanapun taman ini cukup berhasil menyedot minat warga. Apalagi batu-batuan kecil sepanjang jalan di taman, bisa digunakan untuk pengobatan rheumatik. Coba berjalan sepanjang bebatuan itu. Tidak jarang melihat orang tua yang sengaja membuka sandalnya lalu berkeliling sepanjang taman.


Well, aku sih merekomendasikan banget, kalau kapan-kapan kalian main ke Cianjur jangan lupa berkunjung ke Taman Baca Alun-alun Cianjur. Meskipun mendengar kabar bahwa taman ini akan dipindahalihkan fungsinya sebagai tempat parkir masjid. Ah, sedihnya L Mungkin taman akan bergeser ke kawasan bekas pasar. Entah kapan realisasinya. Terutama fasilitas umum yang jelas terlihat oleh mata. Jalan-jalan umum yang bobrok mohon segera diperbaiki. Semoga Cianjur semakin berkembang, bukan cuma janji tapi bukti!


Visit Cianjur, yuk!J