Sabtu, 25 April 2015

Cianjur ... oh, Cianjur



posted by : Nanae Zha

Beberapa kali saya sempat menulis, bahkan mengikuti event fiksi yang isinya seputar daya tarik dan keunikannya kota dan negara di dunia. Berawal dari situ, ada pertanyaan yang menggelitik benak. Begitu banyak orang, bahkan saya sendiri mengagumi kota dan negeri asing dibanding dengan lingkungan kita tinggal. Padahal di dalam negeri tidak kalah menarik bukan? Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota, sudahkah menjelajahi setiap sudut daerah di mana kita tinggal?
Karena alasan itulah, akhirnya saya ingin berbagi cerita tentang kota kecil di mana saya dibesarkan. Well, this is the destination! Di mana lagi kalau bukan Cianjur. :D

Cianjur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung di timur, Kabupaten Sukabumi di barat, Kabupaten Bogor dan Purwakarta di utara, dan di selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.

Topografi

Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Kabupaten Cianjur terdiri atas 32 kecamatan, 354 desa, dan 6 kelurahan.
Sumber kehidupan masyarakat adalah pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Keadaan itu ditunjang dengan banyaknya sungai besar dan kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pengairan tanaman pertanian. Sungai terpanjang di Cianjur adalah Sungai Cibuni yang bermuara di Samudra Hindia.

Dari luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 hektar, pemanfaatannya meliputi:
1.      Hutan produktif dan konservasi 83.034 Ha (23,71 %)
2.      Tanah pertanian lahan basah 58,101 Ha (16,59 %)
3.      Lahan pertanian kering dan tegalan 97.227 Ha (27,76 %)
4.      Tanah perkebunan 57.735 Ha (16,49 %)
5.      Tanah penggembalaan/ pekarangan 3.500 Ha (0,10 %)
6.      Tambak/ kolam 1.239 Ha (0,035 %)
7.      Pemukiman/ pekarangan 25.261 Ha (7,20 %)
8.      22.483 Ha (6.42 %) berupa penggunaan lain-lain.

Itu sih berdasarkan info yang saya dapatkan dari wikipedia.org/wiki/Cianjur (nampaknya belum ada perubahan info nih :P )

Padahal nyatanya kini Cianjur kota hampir menjadi kawasan industri, meski memang positifnya bisa menyediakan lapangan pekerjaan. Namun, efek negatifnya adalah semakin berkurangnya lahan pertanian dan sawah menghijau tempat cuci mata. Sungai-sungai juga mengering, atau airnya semakin kotor dengan limbah pabrik dan sampah yang mencemari lingkungan. Rindu Cianjur yang dulu, kini Cianjur terasa lebih panas L

Demografi

Jumlah penduduk Cianjur, hempth ... sayangnya saya bukan bagian sensus penduduk jadi belum tahu #halah dikeplak! Ini nih, info Cianjur kurang uptodate mengenai perkembangan jumlah penduduk tiap tahun. Karena berdasarkan informasi yang saya dapatkan pun jumlahnya tidak akurat. Data terakhir yang saya temukan hanya sampai tahun 2005. Dan untuk pertumbuhan laju penduduk dari tahun 2005-2015 diprediksi akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%.
Sumber : cianjurkab.go.id

Ekonomi



Lapangan pekerjaan masyarakat adalah sektor pertanian yaitu sekitar 62.99 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu sekitar 42,80 % (kayaknya ini juga beberapa tahun lalu sebelum Cianjur dihujani pabrik-pabrik yang mengubah lahan pertanian)
Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan dan jasa yaitu sekitar 14,60%. dan pengiriman pembantu 30%

Agama

Penduduk Kabupaten Cianjur dikenal sebagai masyarakat yang religius dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam yang mencapai 98% sedangkan penduduk non muslim mencapai 2%. Cianjur yang terkenal dengan slogan Gerbang Marhamah semoga membawa berkah bagi penduduknya, bukan sekedar slogan tapi mampu menerapkan kepada diri pribadi dan lingkungan. Aamiin J

Transportasi

Cianjur dilintasi jalan nasional (Jakarta-Bogor-Bandung), serta jalur kereta api Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur. Perjalanan ke Cianjur biasanya ditempuh melalui jalan darat, jika dari Jakarta bisa melewati jalur Puncak, jalur Sukabumi, jalan alternatif melalui Jonggol atau melalui Tol Purbaleunyi.
 
Saya juga mau usul nih, soal ini. Kenapa jalur kereta api ke Bandung ditutup? Please! Cianjur bisa menjadi tempat transit jika jalur transportasi memadai. Seperti yang kita ketahui kawasan Puncak bisa menjadi padat merayap setiap weekend.

Coba saja, jalur kereta api Jakarta-Cianjur-Bandung dihidupkan lagi, ini akan menjadi pilihan yang lebih 
bijak dalam menggunakan kendaraan. Apalagi kalau ada kereta Cianjur-Jogja, mauuu bangeetttt .... :D

Well, sampai di sini dulu ya info seputar Cianjur. Semoga menambah pengalaman dan informasi mengenai seluk beluk Cianjur. Jangan khawatir saya akan datang lagi dengan info yang lebih menarik. Happy weekend :) 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar