posted by : Nanae Zha
Beberapa kali saya sempat menulis, bahkan
mengikuti event fiksi yang isinya seputar
daya tarik dan keunikannya kota dan negara di dunia. Berawal dari situ, ada
pertanyaan yang menggelitik benak. Begitu banyak orang, bahkan saya sendiri mengagumi
kota dan negeri asing dibanding dengan lingkungan kita tinggal. Padahal di
dalam negeri tidak kalah menarik bukan? Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota,
sudahkah menjelajahi setiap sudut daerah di mana kita tinggal?
Karena alasan itulah, akhirnya saya ingin berbagi
cerita tentang kota kecil di mana saya dibesarkan. Well, this is the destination! Di mana lagi kalau bukan Cianjur. :D
Cianjur adalah
salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Yang berbatasan dengan Kabupaten
Bandung di timur, Kabupaten Sukabumi di barat, Kabupaten Bogor dan Purwakarta
di utara, dan di selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.
Topografi
Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai
selatan berupa dataran rendah yang sempit. Kabupaten Cianjur terdiri atas 32 kecamatan,
354 desa, dan 6 kelurahan.
Sumber kehidupan masyarakat adalah pertanian, peternakan, perikanan,
perkebunan dan kehutanan. Keadaan itu ditunjang dengan banyaknya sungai besar
dan kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pengairan tanaman
pertanian. Sungai terpanjang di Cianjur adalah Sungai Cibuni yang bermuara di Samudra
Hindia.
Dari luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 hektar, pemanfaatannya meliputi:
1.
Hutan produktif dan konservasi 83.034 Ha
(23,71 %)
2.
Tanah pertanian lahan basah 58,101 Ha (16,59 %)
3.
Lahan pertanian kering dan tegalan 97.227 Ha
(27,76 %)
4.
Tanah perkebunan 57.735 Ha (16,49 %)
5.
Tanah penggembalaan/ pekarangan 3.500 Ha (0,10 %)
6.
Tambak/ kolam 1.239 Ha (0,035 %)
7.
Pemukiman/ pekarangan 25.261 Ha (7,20 %)
8.
22.483 Ha (6.42 %) berupa penggunaan lain-lain.
Itu sih berdasarkan info yang
saya dapatkan dari wikipedia.org/wiki/Cianjur (nampaknya belum ada perubahan info
nih :P )
Padahal nyatanya kini Cianjur kota hampir menjadi kawasan industri, meski memang positifnya bisa menyediakan lapangan
pekerjaan. Namun, efek negatifnya adalah semakin berkurangnya lahan pertanian
dan sawah menghijau tempat cuci mata. Sungai-sungai juga mengering, atau airnya
semakin kotor dengan limbah pabrik dan sampah yang mencemari lingkungan. Rindu
Cianjur yang dulu, kini Cianjur terasa lebih panas L
Demografi
Jumlah penduduk Cianjur, hempth
... sayangnya saya bukan bagian sensus penduduk jadi belum tahu #halah dikeplak!
Ini nih, info Cianjur kurang uptodate
mengenai perkembangan jumlah penduduk tiap tahun. Karena berdasarkan informasi
yang saya dapatkan pun jumlahnya tidak akurat. Data terakhir yang saya temukan
hanya sampai tahun 2005. Dan untuk pertumbuhan laju penduduk dari tahun
2005-2015 diprediksi akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%.
Sumber : cianjurkab.go.id
Ekonomi
Lapangan pekerjaan masyarakat adalah sektor pertanian yaitu sekitar
62.99 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu sekitar 42,80 % (kayaknya ini juga
beberapa tahun lalu sebelum Cianjur dihujani pabrik-pabrik yang mengubah lahan
pertanian)
Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor
perdagangan dan jasa yaitu sekitar 14,60%. dan pengiriman pembantu 30%
Agama
Penduduk Kabupaten Cianjur dikenal sebagai masyarakat yang religius dengan
mayoritas penduduknya memeluk agama Islam yang mencapai 98% sedangkan penduduk
non muslim mencapai 2%. Cianjur yang terkenal dengan slogan Gerbang Marhamah semoga membawa berkah
bagi penduduknya, bukan sekedar slogan tapi mampu menerapkan kepada diri
pribadi dan lingkungan. Aamiin J
Transportasi
Cianjur dilintasi jalan nasional (Jakarta-Bogor-Bandung), serta
jalur kereta api Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur. Perjalanan ke Cianjur biasanya ditempuh
melalui jalan darat, jika dari Jakarta bisa melewati jalur Puncak,
jalur Sukabumi, jalan alternatif melalui Jonggol atau melalui Tol Purbaleunyi.
Saya juga mau usul nih, soal ini. Kenapa jalur kereta api ke Bandung
ditutup? Please! Cianjur bisa menjadi
tempat transit jika jalur transportasi memadai. Seperti yang kita ketahui
kawasan Puncak bisa menjadi padat merayap setiap weekend.
Coba saja, jalur kereta api Jakarta-Cianjur-Bandung dihidupkan lagi, ini
akan menjadi pilihan yang lebih
bijak dalam menggunakan kendaraan. Apalagi
kalau ada kereta Cianjur-Jogja, mauuu bangeetttt .... :D
Well, sampai di
sini dulu ya info seputar Cianjur. Semoga menambah pengalaman dan informasi
mengenai seluk beluk Cianjur. Jangan khawatir saya akan datang lagi dengan info
yang lebih menarik. Happy weekend :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar